A password will be e-mailed to you.

Memilih reksa dana dapat membingungkan siapapun. Tidak semua reksa dana cocok untuk setiap investor. Lalu, bagaimana cara memilih reksa dana yang tepat untuk membantu mencapai tujuan keuangan kita?

Begitu banyak tipe reksa dana yang bertebaran di sana dengan performa, isi, dan tingkat risiko yang berbeda-beda. Hal ini dapat membingungkan investor pemula, karena seringkali kita tidak mengetahui apa bedanya.

Kamu dapat membaca apa itu reksa dana yang lebih jelas di sini.

Kejadian ini diperparah dengan kita yang tidak mengetahui apa tujuan keuangan kita. Apakah tujuan keuangan itu? Untuk mengingat, tujuan keuangan berarti alasan kita untuk berinvestasi.

Karena, tanpa alasan yang jelas. Kita tidak tahu apakah uang kita bertumbuh sesuai dengan keinginan kita atau malah uang kita justru tidak bertambah sama sekali.

Berikut adalah 2 langkah ketika memilih reksa dana untuk memastikan kamu dapat mencapai tujuan keuangan:

1. Ketahui Tujuan Keuangan Kamu

Selalu, selalu, dan selalu. Sebelum berinvestasi, tentukan dulu tujuan keuangan kita apa. Sebelum berinvestasi, tentukan dulu apa yang akan kita lakukan dengan uang ini ketika investasinya sudah cair.

Mengapa ini penting?

Karena tujuan keuangan menentukan seberapa lama kamu harus berinvestasi dan seberapa banyak dana yang harus dipersiapkan.

Semakin lama waktu berinvestasinya, maka reksa dana yang kamu butuhkan akan semakin agresif. Sebaliknya, apabila kamu membutuhkannya cepat, maka reksa dana yang kamu butuhkan haruslah yang aman.

Sebagai contoh, kamu ingin berinvestasi karena kamu membutuhkan dana untuk membayar down payment rumah, dalam waktu 5 tahun. Rumah seperti apa? Lokasinya di mana? Hal ini harus kita tentukan.

Karena semakin spesifik tujuan keuangan kamu, maka semakin jelas kebutuhan investasi kamu seperti apa. Juga, akan semakin jelas berapa banyak uang yang akan kamu butuhkan.

Semua tujuan keuangan dapat dibantu oleh reksa dana. Baik untuk liburan yang mungkin hanya membutuhkan waktu 1 tahun berinvestasi. Maupun untuk dana pensiun, yang membutuhkan waktu lebih dari 30 tahun.

2. Ketahui Tipe-tipe Reksa Dana

Reksa dana ada berbagai macam. Apabila dilihat dari sisi cara pengelolaannya, ada yang berupa konvensional dan syariah.

Reksa dana konvensional adalah reksa dana yang memiliki isi instrumen investasi dan dikelola secara konvensional. Hanya patuh terhadap undang-undang keuangan yang dikeluarkan oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Apakah instrumen investasi itu? Arti gamblangnya adalah hal-hal yang dapat memberikan imbal hasil.

Untuk isi reksa dana, instrumen investasi hanya seputar 3 hal. Yaitu saham, obligasi, dan pasar uang (seperti mata uang asing, sertifikat Bank Indonesia, dan lain-lainnya yang memiliki jangka waktu kurang dari setahun untuk cair).

Reksa dana syariah adalah reksa dana yang memiliki isi instrumen investasi dan dikelola secara syariah (pastinya, duh…).

Dikelola secara syariah, artinya bukan saja patuh terhadap undang-undang keuangan yang berlaku. Namun sesuai di dalam koridor hukum islam.

Isinya pun juga tidak boleh terdapat instrumen investasi yang dianggap tidak halal oleh agama islam. Seperti minuman keras dan rokok.

Jika dilihat dari tingkat risikonya dan komposisi isinya, dapat dibagi menjadi 3 yang paling mendasar. Yaitu, pendapatan tetap, campuran, dan saham. Kita akan membahas lebih dalam tipe-tipe ini di artikel lain.

3. Bandingkan Produk yang Serupa

Nah, tujuan keuangan kita harus sesuai dengan tipe reksa dana ini. Kita tidak mungkin berinvestasi di reksa dana yang penuh dengan risiko untuk kebutuhan jangka pendek.

Kita harus berinvestasi di reksa dana yang memiliki risiko kecil untuk kebutuhan jangka pendek dan berinvestasi di reksa dana yang agresif tapi memiliki imbal hasil besar untuk kebutuhan jangka panjang.

Ketika kita sudah yakin ingin membeli tipe reksa dana yang seperti apa, kita harus bandingkan reksa dana mana yang akan memberikan imbal hasil terbaik.

Kamu dapat membandingkannya melalui alat di Indo Premier atau Bareksa

4. Cari Reksa Dana yang Dapat Melayani Auto-debit

Investasi berkala semenjak dini, jauh lebih baik daripada investasi yang mengendapkan dananya hanya sekali saja. Maka dari itu, kita perlu memperlakukan reksa dana kita sebagai tabungan.

Carilah produk reksa dana yang dapat melayani auto-debit dari bank pilihan kamu, agar dapat disiplin untuk berinvestasi.

Demikian. Semoga kamu memahami cara memilih reksa dana yang lebih baik.

Sumber gambar utama: Pexels

%d bloggers like this: