A password will be e-mailed to you.

Memperkenalkan istilah life finance, Jenius adalah aplikasi fintech dari BTPN yang membantu kamu untuk memonitor, mengatur, dan melakukan transaksi keuangan di smartphone kamu. Tapi apakah Jenius sudah cukup memberikan solusi pada nasabah-nasabah mudanya yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan?

Akhirnya lahir aplikasi fintech yang merevolusi layanan perbankan terdahulu. Sekarang, kamu dapat mengakses keuangan kehidupan kamu. Dengan aplikasi ini, kamu tidak perlu lagi ke bank untuk dapat membuka rekening, karena semua dapat dilakukan di smartphone kamu.

Tapi bukannya ada produk serupa seperti Sakuku, Mandiri E-cash, Rekening Ponsel CIMB Niaga, dll.? Kan saya juga tidak perlu ke bank juga untuk dapat membuka rekening.

Untuk membuka rekening, betul. Namun yang sebetulnya kamu lakukan adalah membuka rekening E-wallet dan bukan rekening bank. E-wallet hanya dapat menampung dana sampai dengan 1 juta rupiah. Bahkan untuk meng-upgrade kapasitas tampungan dananya menjadi 5 juta rupiah, kamu perlu mengaktivasinya ke ATM atau ke cabang terdekat. Jadi keunggulan dari e-wallet, seperti namanya, hanya menyimpan uang tunai kamu menjadi angka digital. Tapi itu masih menjadi dompet kamu, kamu tidak membawa uang tunai lebih dari 5 juta kan dalam dompet kamu?

Kok kamu sok tahu? Ayah saya masuk ke jajaran 10 orang terkaya di Indonesia versi Forbes dan….

Ya, ya oke saya ralat. Sebagian besar orang tidak membawa uang tunai berlebih di dompetnya karena risiko untuk kehilangan uang tersebut tinggi.

Lalu apa yang membedakan Jenius dengan yang lain?

Jenius dapat dikatakan rekening bank dalam smartphone kamu. Kamu dapat membuka rekening mendaftar dirimu dengan mengunduh aplikasi Jenius. Kemudian mengunggah KTP dan NPWP (yang ini optional), lalu kamu akan dikirimkan kartu fisik Jenius untuk menarik tunai di ATM dan membayar debit. Setelah itu, akun Jenius kamu aktif. Kamu tidak perlu mampir ke ATM BTPN (yang memang jaringannya kecil sekali) atau ke kantor cabang terdekat untuk aktivasi.

Terdapat 2 tipe akun, dua-duanya memberikan bunga 5% per tahun dan tidak dipungut biaya administrasi. Satu namanya Flexi Saver, sifatnya seperti rekening tabungan biasa. Satu lagi namanya Dream Saver, ini seperti tabungan berjangka yang memiliki fitur auto-debit.

Enaknya menggunakan fintech ini, kamu dapat mengirimkan uang ke siapapun, bahkan ketika temanmu tidak memiliki akun Jenius. Kamu tidak perlu tahu nomor akun penerima uang kamu itu (atau setidaknya itulah yang diberitahukan ke saya tentang fitur ini oleh orang Jenius tempo hari, saya pribadi belum mencoba). Aplikasi ini akan mengirimkan sms atau email ke penerima yang berisi link. Lalu teman kamu dapat mengisi informasi yang dibutuhkan (seperti nomor rekeningnya) dalam form pada link tersebut.

Menarik sekali ya, lalu kenapa judul artikelnya meragukan kemampuan produk ini? Kamu mencoba menist…

Yap, cukup sampai di situ. Di sinilah Jenius dimulai terasa kurang….

Jujur, aplikasi ini masih terasa buggy

Pernah transaksi keuangan yang saya lakukan di in and out (mutasi rekening) Jenius tercatat ganda, seperti pada gambar di bawah ini:

Learning Capital - Bug Jenius 0

Pencatatan Ganda ATM

Kalau di aplikasi fintech lainnya yang kita input secara manual, angka-angka ini mungkin tidak memiliki arti. Tapi panik melanda ketika kita mengetahui pencatatan yang salah ini mempengaruhi uang kita sebenarnya.

Direkam di situ, saya menarik uang di ATM sebanyak 2x pada Sabtu, 29 Oktober 2016. Padahal saya hanya menarik dan mendeposit uang sebanyak 1x. Saldo saya berkurang karena penarikan uang yang saya tidak lakukan, meskipun pencatatannya salah. Bahkan di in and out dicatat ATM withdrawal +300,000 dan 300,000. Kalau withdrawal seharusnya negatif saja bukan? Jadi bukan saja aplikasi ini merekam transaksi yang tidak seharusnya, namun untuk satu tipe transaksi, dapat direkam 2 tipe pencatatan. Sebagai orang yang taat keuangan, hal-hal seperti cukup membuat mini heart attack bagi saya.

Namun, saya pikir ini belum terkoneksi dengan internet secara betul saja dan memilih untuk menunggu sampai hari minggu. Belum minggu malam tiba, kemudian lagi-lagi aplikasi ini berulah:

Learning Capital - Bug Jenius 1

Pencatatan Ganda deposit di Flexi Saver

Direkam oleh Jenius, saya memindahkan dana dari Flexi Saver (akun rekening tabungan Jenius) ke saldo utama sebanyak dua kali. Kali ini saldo saya tidak berubah (meskipun aneh, artinya pencatatan mutasi tidak berbanding lurus dengan pencatatan saldo utama), tapi pencatatannya tetap dua kali. Jadi saat itu, pencatatan saya lagi-lagi tidak aktual.

Cukup frustrasi, maka saya beralih ke Jenius Help via Line untuk meminta bantuan terhadap masalah ini. Saya jabarkan masalahnya dan saya kirimkan cuplikan-cuplikan yang dibutuhkan. Kemudian setelah CS mereka mengklarikfikasi masalah saya, saya dianjurkan untuk log out dan log in.

 Learning Capital - Bug Jenius 3

Percakapan dengan Jenius Help

Baiklah.

Namun bahkan untuk log out pun saya tidak bisa. Jenius tetap memperbolehkan saya mengakses aplikasi saya dengan PIN. Kemudian saya akhirnya uninstall dan re-install. Barulah saya berhasil untuk log out, tapi setelah log in, uang saya belum kembali. Setelah saya melapor hal ini, kepada Jenius Help. Mereka merekomendasikan saya untuk menelpon Jenius Call Center untuk menyampaikan ini pada keesokan harinya.

Baiklah.

Untungnya di pagi hari, Jenius menelpon dan langsung mengklarifikasi permasalahan saya. Lalu saya diminta untuk mengirimkan kembali cuplikannya bug-nya ke email Jenius, dan saya lakukan. Kemudian mereka mengakui kalau kesalahan ada di pihak mereka dan berjanji untuk menyelesaikan masalah ini maksimal (kalau tidak salah) 21 hari.

“Maaf? 21 hari?” Saya klarifikasi, sekaligus menahan emosi.

Tapi untunglah pada hari Rabu, saya mendapatkan telpon dari BTPN dan dana saya sudah dikembalikan kembali. Masalah sudah selesai.

Masalah ternyata belum selesai, bug berikutnya menanti

Beberapa hari lalu, saya mengirimkan dana sebesar 700 ribu ke sesama pengguna Jenius. Memang mudah, lebih mudah daripada mengirim ke sesama rekening di bank lain. Namun karena suatu hal, penerima saya ingin dananya ditransfer ke rekeningnya yang lain dan bukan Jenius. Karena itu, teman saya menolak uang yang sudah saya transfer (memang ada pilihannya dalam aplikasi Jenius apakah kamu mau menolak atau tidak).

Sayangnya, uang itu tidak kembali ke saya pada saat itu juga. Uang itu baru kembali ke saya 3 hari kemudian. Bahkan pengiriman dana ke teman saya, lalu ditolak, tidak ada rekam jejak historisnya sama sekali.

Dan di situlah saya berpikir bahwa Jenius masih berisiko untuk digunakan untuk saat ini. Tapi karena saya juga pengamat fintech, saya berusaha untuk selalu memberikan kesempatan kepada aplikasi-aplikasi yang baru. Namun mereduksi fungsinya bukan sebagai rekening bank. Tapi hanya sebagai e-wallet, sebagai tempat parkir dana saja. Karena bunga 5% per tahun dan tanpa biaya administrasi harus saya akui, terlalu sayang untuk dilewatkan.

Apa yang Jenius dapat tingkatkan?

Pertama, kemampuan untuk membuat Flexi Saver lebih dari 1 buah. Jenius (dan OJK, mohon untuk diregulasikan segera agar perkembangan fintech kita mampu bersaing di dunia internasional. Kita sudah sangat ketinggalan dengan negara tetangga) dapat menarik calon nasabah Gen Z apabila mereka tidak perlu ke bank untuk membuat rekening dan mereka dapat membuat rekening sebanyak yang mereka mau. Bahkan kalau memungkinkan, apabila lebih dari 2 rekening, dapat dikenakan biaya administrasi.

Mengapa rekomendasi ini? Karena banyak orang sudah mulai sadar untuk mengatur keuangannya, tidak bijak mengumpulkan seluruh dananya di dalam 1 rekening. Risiko tercampurnya sangat besar meskipun pencatatannya bagus (dan sayangnya pencatatan Jenius masih buggy).

Kedua, mengapa oh mengapa Dream Saver hanya dapat auto-debit per hari dan bukan per bulan, padahal setiap institusi keuangan yang saya tahu memiliki opsi ini disajikan dalam waktu per bulan. Sepertinya tidak enak melihat setiap pencatatan per hari itu direkam dengan angka yang receh dan ganjil. Karena orang-orang yang memiliki penghasilan tetap, harus menghitung kembali berapa yang harus dia simpan per hari dan bukan per bulan.

Ketiga, fitur E-card mengapa tidak dapat digunakan untuk membayar Paypal dan pembayaran lintas negara, saya juga kurang paham. Padahal di situs dan orang Jenius tempo hari berkata kepada saya bahwa E-card dapat digunakan sebagai media transaksi daring. Untuk E-card itu apa, dapat dilihat di bagian fitur card center.

Meskipun ideal fintech banking masih jauh di depan mata, namun setidaknya kita ada perkembangan. Jikalau kamu ingin menggunakan Jenius, harap bersabarlah dan miliki ekspektasi yang rendah. Karena mau seperti bagaimanapun, kita sebagai pengguna adalah elemen yang tidak terpisahkan dari kemajuan fintech bangsa.

Demikian.

%d bloggers like this: