A password will be e-mailed to you.

Meski membukukan peningkatan sebesar 15.32%, namun pada akhir tahun 2016 IHSG terkoreksi cukup dalam. Apa yang selanjutnya akan terjadi pada IHSG di tahun 2017?

Pergerakan IHSG pada tahun 2017 akan dipengaruhi oleh isu lokal dan global. Beberapa analis memprediksi IHSG kita akan sampai pada di level 6,000. Namun sebagian ada yang memperkirakan hanya akan berada di level 5,000.

Kita akan melihat rekapitulasinya baik secara teknikal (grafik), maupun fundamental. Untuk jangka pendek dan jangka panjang.

Sebelum memulai, yang dimaksud teknikal adalah analisis pegerakan nilai dari pola yang dihasilkan grafik. Seorang analis dapat memprediksi pergerakan sebuah harga dengan membaca tren naik dan turunnya harga tersebut.

Sedangkan fundamental adalah analisis yang menitikberatkan kesehatan dari laporan keuangan, faktor eksternal dan faktor internal dari entitas tersebut, serta susunan direksinya.

Secara sederhana, analisis teknikal berfokus kepada grafik saja. Kalau analisis fundamental lebih kepada kesehatan perusahaannya. Ini akan dibahas lebih mendalam di artikel lain.

Dari Sisi Dalam

Menurut Satrio Utomo, Kepala Riset Universal Broker Indonesia, pembisik Presiden Jokowi perlu dibenahi. Salah satu contohnya adalah pembisik terkait aksi penjarakan Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta karena alasan menistakan Agama.

“Pembisik Jokowi jangan seenaknya mengungkapkan adanya makar karena membuat investor gaduh,” paparnya.

Di sisi lain, ekonomi dalam negeri berangsur membaik. Ini karena Menteri Keuangan Sri Mulyani mampu mengendalikan anggaran. “Untuk kali kedua ia menjabat menteri keuangan, pengetatan anggaran mulai dilakukan,” tuturnya (Sumber: Inilah)

Namun Analis Senior Bina Artha Parama Sekuritas, Reza Priyambada berpendapat berbeda,”Salah satu sentimen negatifnya, realisasi amnesti pajak periode dua yang masih di bawah periode pertama.”

Indeks akan dibayangi program amnesti pajak dan realisasi paket kebijakan ekonomi pemerintah. Pelaku pasar masih menunggu kepastian perbaikan ekonomi Indonesia

Dari Sisi Luar

Pelaku pasar mancanegara akan mencermati pembentukan kabinet oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Reza memprediksi pada perdagangan perdana tahun ini, IHSG berpotensi terkoreksi ke level support 5.284 dan resistance 5.322 (Sumber: Kontan).

Sedangkan Satrio berujar, indeks akan dipengaruhi harga komoditas batubara. Komoditas internasional ini kerap memengaruhi harga domestik.

“Pokoknya, saya optimistis dengan IHSG. Untuk short time kalau ke depan ada faktor-faktor baru, yakni harga batubara bagus, harga komoditas secara umum bagus, pasar berjalan bagus, dan ekonomi domestik lebih bagus di 2017,” ucapnya.

IHSG dalam Analisis Teknikal

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee menilai, selama sepekan ini investor kembali masuk pasar saham. Itu cukup berperan besar mengangkat indeks saham (Sumber: Kontan)

Dalam rentang panjang, Hans memprediksikan, IHSG tahun depan bergerak pada level 5.800 hingga 6.050. Meski begitu, tetap akan terjadi koreksi pada awal tahun 2017 lantaran masih ada sentimen negatif dari rencana kenaikan suku bunga The Fed.

Ulasan dari Galeri Saham, Saat ini IHSG berada di antara 2 Gap yakni 5112 – 5139 dan 5380 – 5443. Perlu diperhatikan, kenaikan yang tajam dalam waktu singkat di akhir tahun 2016, apalagi menyisakan area gap, mengindikasikan tidak adanya ‘perlawanan’ yang seimbang antara buyer & seller.

Tren jangka pendek IHSG masih positif, namun kita perlu mengantisipasi ‘rapuh’-nya kenaikan IHSG dalam waktu yang sangat singkat di akhir tahun kemarin.

Kenaikan akan menjadi solid jika terjadi technical correction dan harga mampu bertahan di atas support. Dengan demikian dapat diekspektasikan kenaikan IHSG akan lebih solid kedepannya.

Ruang kenaikan yang ‘sehat’ bagi IHSG relatif terbatas. Jika IHSG mampu bertahan  di atas area support 5112 hingga 5230, skenario bearish pada IHSG akan berakhir dan ekspektasi pasar akan bullish di kuartal 1 tahun 2017.

Rekomendasi Saham

Satrio pun merekomondasikan positif saham-saham di sektor komoditas yang bulish. Lalu saham di sektor infrastruktur telekomunikasi, yakni PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM).

Di sektor konsumer, saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan di sektor perbankan saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Beberapa saham pilihan yang dapat diperhitungkan pada 2017 oleh para investor, yaitu: saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (Japfa), PT Semen Batu Raja Tbk (SMBR), dan PT Timah Tbk (TINS).

Recapital Securitas Indonesia mengemukakan saham pilihan untuk tahun 2017, seperti yang dikutip oleh Bisnis:

ASII harga wajar 9.000, JSMR harga wajar 6.500, UNVR harga wajar 50.000, ICBP harga wajar 9.500, ROTI harga wajar 1.800, BBRI harga wajar 15.000, BBNI harga wajar 7.500, BBCA harga wajar 17.000, LPKR harga wajar 1.200, PWON harga wajar 750, SSIA harga wajar 600, LPCK harga wajar 7.500, dan DMAS harga wajar 250.

Kesimpulan

Sepertinya tahun 2017 akan dibuka oleh January Effect, yaitu sebuah penguatan index pada awal tahun. Namun hal ini akan dibahas mendetil pada artikel lainnya.

Namun penguatan IHSG juga masih akan terbatas, sampai kondisi ekonomi sudah dapat dipastikan. Baik oleh pemerintah lokal melalui performa penyerapan amnesti pajak dan paket kebijakan ekonomi, maupun susunan kabinet Donald Trump.

Demikian dan selamat tahun baru 2017!

Sumber gambar utama: Pexels

%d bloggers like this: