A password will be e-mailed to you.

Semua tahu Investasi itu penting, tapi belum semua tahu mengapa berinvestasi itu penting.

Dalam KBBI, investasi memiliki makna :

Penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.

Berangkat dari pemahaman tersebut, dapat kita simpulkan bahwa menanamkan modal ke aksesoris fesyen (fashion), gawai (gadget), gitar, buku komik, dan kendaraan bermotor (kecuali barang-barang antik) bukanlah berinvestasi.

Karena nilai dari barang-barang tersebut akan tergerus dari waktu ke waktu (depresiasi).

Kita berinvestasi kepada hal-hal yang nilainya akan naik (apresiasi), seperti emas, proerti, saham, reksadana, dan sejenisnya.

Karena dengan nilainya naik, artinya kita untung (atau akan memiliki keuntungan yang belum terealisasikan).

Lalu apakah tabungan dalam bank termasuk investasi?

Sayangnya bukan. Karena nilai dana yang kamu simpan di perbankan, akan tergerus oleh inflasi setiap tahunnya.

Sebab, bunga bank di Indonesai tidak dapat mengalahkan tingkat inflasi. Menurut Bank Indonesia, inflasi adalah

Meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus.

Karena di Indonesia rata-rata tingkat inflasi kita adalah 4 – 8% per tahun.

Jadi sebagai tolok ukur Learning Capital, apapun yang tidak menghasilkan keuntungan dari modal yang ditanam sebesar kurang dari 9% per tahun, maka hal tersebut bukanlah investasi.

Dan mengapa berinvestasi itu wajib hukumnya?

Pertanyaan bagus. Inilah 4 alasan mengapa berinvestasi sedini mungkin itu penting:

Investasi dapat melindungi nilai uang kamu

Menyangkut pembahasan dari definisi investasi. Misal kamu sekarang memiliki 1 Milyar dan dengan uang itu, kamu dapat membeli rumah 3 Kamar Tidur, dengan Luas Bangunan 80m2 dan Luas Tanah 120m2 di daerah BSD.

Penawaran yang cukup bagus ya?

Tapi kamu memutuskan untuk tidak menginvestasikan uang 1 Milyar kamu. Sehingga, karena inflasi, nilai uang dan daya beli kamu akan tergerus.

Kamu simpan uang tersebut di bawa kasur, karena kamu orangnya memang begitu.

Jumlah uang kamu tetap sama, namun daya beli uang tersebut yang mengecil.

Pada 30 tahun kemudian, uang 1 Milyar kamu hanya akan dapat membeli Apartemen tipe studio (hanya dengan kamar mandi), dengan luas 50m2 di daerah BSD.

Investasi dapat mengamankan masa depan kamu

Kamu memiliki penghasilan tetap? Bagus. Kemudian kamu memutuskan untuk menabung uang di perbankan (karena kamu tidak mau mendiamkannya saja seperti di contoh sebelumnya).

Kamu per tahun mendapatkan bunga sebanyak 7%, tingkat bunga yang cukup bagus. Namun masih kalah dengan tingkat inflasi.

20 tahun kemudian kamu memutuskan untuk pensiun. Kamu sudah sangat berhemat dan merasa sudah pantas untuk mendapatkan hasil jerih payahnya.

Tetapi dana yang disimpan berikut pesangon tidak cukup untuk membiayai pensiun kamu. Karena nilai uang dan daya beli kamu sama sekali tidak bertambah, melainkan berkurang.

Investasi juga dapat meminimalisir risiko

Setelah membaca dua contoh di atas, kamu memutuskan untuk berinvestasi di Reksadana Campuran, yang memiliki kinerja memberikan imbal hasil rata-rata per tahun 12%.

Kamu menginvestasikan sebagian dana sebagai setoran awal dan menyisihkan pendapatan setiap bulan.

Pada tahun ketiga, kamu terpaksa membutuhkan dana karena suatu hal yang amat sangat penting (gawat darurat).

Kamu mencairkan semua reksadana, dan bukan saja kamu dapat menghindar dari musibah, kamu pun mendapatkan dana ekstra dari imbal hasil yang dihasilkan.

Ada yang dinamakan Bunga Majemuk

Misalnya kamu ditawarkan investasi dengan imbal hasil sebesar 10% setahun. Kemudian kamu memutuskan untuk berinvestasi sebanyak 10 juta per tahun.

Kira-kira tahun depan kamu akan mendapatkan berapa?

11 juta rupiah

Tepat sekali. Karena dana awal investasi kamu 10 juta, ditambah dengan 10% dari dana awal kamu, yaitu 1 juta. Total menjadi 11 juta.

Tahun berikutnya tiba dan dana kamu menjadi 11 juta rupiah. Kemudian kamu memutuskan untuk mengambilnya tahun depan.

Kira-kira berapa yang kamu dapat?

12 juta rupiah

Salah, yang benar adalah 12.1 juta rupiah. Kenapa? Karena dana kamu sudah menjadi 11 juta dan bukan 10 juta rupiah lagi.

Di sinilah bunga majemuk menjadi penentu mengapa berinvestasi itu sangat penting dilakukan semenjak dini.

Ketika kamu berinvestasi, imbal hasil yang diterima bukanlah diperhitungkan dari dana awal kamu berinvestasi (di dalam kasus ini 10 juta).

Namun imbal hasil tersebut dihitung dari SETIAP periode imbal hasil tersebut cair (dalam hal ini 1 tahun sekali, sebesar 10%).

Jadi dana kamu akan bertambah secara berkali-kali lipat!

Bandingkan kalau kamu memulai investasi di umur yang senja. Kamu hanya akan mendapatkan sedikit keuntungan.

Karena sebetulnya yang berharga dalam investasi, bukanlah jumlah uangnya. Namun waktu kelolanya.

Karena keempat hal inilah, mengapa berinvestasi merupakan kewajiban. Apalagi di zaman yang serba mahal ini.

Sebaiknya kita memaksimalkan kemampuan, dengan memanfaatkan produk-produk keuangan dan bentuk investasi yang dapat membantu meraih tujuan kita untuk bertahan hidup lebih pandai.

Kalau kamu sudah siap untuk berinvestasi, kamu dapat memulainya dengan reksa dana. Baca bagaimana cara memilih reksa dana di sini.

Demikian. Jikalau kamu ingin bertanya-tanya lebih dalam atau dibantu mengelola keuangan pribadimu, sapa saja saya di bawah 😀

Sumber gambar utama: Pexels

%d bloggers like this: