A password will be e-mailed to you.

Kita mungkin sebelumnya sudah pernah mengenal atau mendengar Reksa Dana. Mungkin sebelumnya kita juga tahu itu adalah salah satu produk keuangan yang dapat kita gunakan untuk mencapai tujuan keuangan atau hal-hal yang kita impikan; seperti membeli rumah, pensiun, atau berlibur. Tapi bagaimanakah Reksa Dana itu bekerja dan bagaimana kita dapat memanfaatkannya?

Sederhananya kalau dari padanan kata, reksa berarti wadah dan dana berarti uang.

Berangkat dari pengertian tersebut, menurut Investopedia reksa dana adalah wadah yang berisi sejumlah uang yang dikumpulkan dari berbagai investor dengan tujuan investasi ke berbagai aset, seperti saham, obligasi, logam mulia, dan lain-lain.

Produk keuangan ini dikelola oleh profesional yang akan menginvestasikan uang dari kumpulan dana tersebut untuk mendapatkan capital gain (keuntungan yang didapat dari selisih harga jual aset yang diinvestasikan).

Portfolio (koleksi atau aset-aset yang diinvestasikan) sudah diatur dan dikelola untuk mencapai tujuan investasi yang ditulis dalam prospektus (lembaran informasi) reksa dana.

Mengapa Reksa Dana?

Karena produk ini cocok untuk investor ritel. Mereka dikelola oleh profesional dan memiliki risiko yang terbatas. Kita tidak perlu belajar tentang karakteristik aset-aset lainnya dan Wakil Manajer Investasi (representatif dari kantor penerbit reksa dana tersebut) yang akan membimbing kita memilih produk terbaik yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan kita.

Instrumen keuangan ini juga dapat dibeli dengan harga yang murah. Apabila kita adalah investor yang agresif yang toleran terhadap risiko karena tujuan keuangan kita memiliki jangka waktu yang panjang, kita akan memutuskan untuk membeli saham.

Tapi dana yang dapat kita alokasikan untuk investasi sangat terbatas, hanya 500 ribu per bulan. Sedangkan, harga-harga untuk membeli saham yang memiliki laporan keuangan yang bagus itu mahal. Hanya dengan 500 ribu, kamu hanya dapat membeli 1 saham saja per bulan.

Inilah makanya produk investasi ini cocok untuk investor yang baru saja belajar untuk memaksimalkan pendapatan mereka.

1 unit reksa dana mewakili berbagai aset, sekaligus berbagai saham. Tergantung dari prospektusnya. Kalau kamu membeli unit reksa dana tersebut seharga 500 ribu, kamu sudah “memiliki” saham-saham yang memiliki laporan keuangan yang bagus!

Berbagai Reksa Dana untuk Berbagai Keperluan

Reksa dana juga kurang lebih memiliki karakteristik layaknya saham. Kamu dapat membeli dan menjualnya. Maka harganya pun juga naik dan turun, tergantung dari permintaan dan performanya. Kalau semakin laris dan menguntungkan, maka harganya akan semakin naik dan begitu juga sebaliknya.

Sehingga kamu dapat meraih keuntungan dengan cara menjualnya.

Karena ini adalah produk keuangan, maka untuk membeli dan menjualnya akan dikenakan biaya. Biaya tersebut juga tidak besar, hanya beberapa persen dari total dana yang ingin diinvestasikan. Bahkan biasanya tidak lebih dari 3%. Malah ada yang 0%.

Untungnya kamu dapat memilih bentuk investasi ini untuk setiap keperluan kamu. Secara garis besar, mereka dibagi menjadi tiga. Reksa dana saham, campuran, dan pendapatan tetap.

Masing-masing instrumen investasi ini memiliki profil dan tingkat risikonya sendiri. Sehingga tidak semua tepat untuk setiap tujuan keuangan kamu. Lantas bagaimana cara memilihnya? Kamu dapat membaca cara memilih reksa dana yang lebih baik di sini.

Demikian.

Sumber Gambar Utama: Pexels

%d bloggers like this: