A password will be e-mailed to you.

Beli saham hanya ketika harga pasarnya lebih rendah dari nilai intrinsiknya

Inilai kunci dari segala strategi investasi yang dilakukan oleh Warren Buffet, seperti yang disampaikan oleh Robert P. Miles dalam acara Capital Market Seminar pada hari Sabtu, 12 Agustus 2017.

Lalu apakah maksud dari nilai intrinsik?

Nilai intrinsik adalah nilai sebenarnya yang terkandung dalam sebuah perusahaan atau aset dan memiliki fungsi, bukan nilai pasar yang menjadi acuan untuk diperjualbelikan.

Sebagai contoh, 1 lembar 100 ribu rupiah memiliki nilai pasar 100 ribu rupiah di Indonesia. Nilai intrinsik dari 1 lembar tersebut diambil dari nilai pembuatan kertasnya. Ini meliputi tinta, bahan baku, tanda tangan, jasa pemotongan, jasa pengantaran, dan lain-lain.

Kalau konteksnya nilai intrinsik saham, berarti ini meliputi dari nilai aset bangunan, potensi keuntungan yang akan diraih, sampai dengan manajemen yang mengontrol perusahaan tersebut.

Salah satu cara menentukan nilai intrinsik saham adalah dengan menghitung Discounted Cash Flow. Metode ini menghitung potensi arus kas yang akan terjadi pada tahun mendatang dengan nilai kini.

Pola Pikir

Warren Buffet berpendapat bahwa karakter yang kuat merupakah elemen terpenting dari setiap investor. Never take a good deal from a bad person.

Hal penting lainnya adalah berpikir rasional dalam mengambil setiap keputusan. Seperti kata Warren Buffet,”Be fearful when others greedy and be greedy when others fearful.”

Ketika pasar sedang menunjukkan performa yang bagus, seorang investor rasional seharusnya waspada. Mereka berpikir bahwa ada kemungkinan pasar akan berbalik. Mereka tidak terlena dengan eforia.

Sebaliknya, ketika pasar sedang terkoreksi, inilah saatnya investor rasional mengamankan posisi buy mereka. Karena ada kemungkinan pasar akan berbalik dan ini adalah kesempatan yang baik untuk mengkoleksi saham-saham dengan nilai pasar rendah, namun memiliki nilai intrinsik tinggi.

Menjadi value investor membutuhkan kesabaran yang tinggi untuk menunggu momentum yang tepat. Berbeda dengan trader yang aktif mencari kesempatan.

Karena mencari sebuah investasi, seperti mencari seorang pasangan hidup. Begitu kita membeli sebuah saham, kita tidak akan melepasnya untuk waktu yang sangat lama.

Keuntungan yang didapat dari menyimpan investasi jauh lebih besar daripada kita memperdagangkannya secara aktif.

Meneropong Pilihan Warren Buffet

Lima hal yang diperhatikan olehnya ketika menentukan saham yang dibeli adalah:

  1. Arus kas pendapatan
  2. Return of equity (RoE)
  3. Struktur hutang yang sehat
  4. Manajemen yang kompeten
  5. Bisnis yang mudah dipahami

Berangkat dari faktor-faktor ini, industri pilihannya adalah:

  1. Perbankan (American Express, Wells Fargo, dan lain-lain)
  2. Makanan dan minuman dalam kemasan (Coca-cola)
  3. Teknologi (Appel Computer)

Untuk menyaring perusahaan-perusahaan yang layak diinvestasikan dari sisanya adalah dengan menjalankan Moat Test. Kita ingin mencari perusahaan yang dapat hidup sampai selama-lamanya. Maka kita perlu tanyakan dua hal ini dalam seleksinya:

  1. Apakah perusahaan ini dapat tersaingi oleh pesaing yang memiliki sumber daya yang lebih kaya?
  2. Apakah perusahaan ini dapat hancur karena internet?

Demikian. Semoga membantu.

%d bloggers like this: