A password will be e-mailed to you.

IPOTPAY memudahkan perbankan, memiliki visi fintech masa depan

Artikel ini adalah lanjutan dari bagian kedua dan merupakan bagian terakhir dari seri ulasan IPOTPAY.

IPOTPAY melengkapi fitur-fiturnya dengan kemampuan mengatur transaksi berkala secara otomatis. Berikut ulasan lengkapnya dari fitur pembelian, kalendar, dan rekomendasi untuk IPOTPAY

Pembelian

Untuk fitur pembelian ada fitur yang menarik, yaitu top-up wallet. Kita dapat transfer ke e-wallet Go-pay, LinePay, dan Doku Wallet. Saya mencoba untuk top-up Go-pay.

Learning Capital - IPOTPAY Go-pay pertama

Laman Pertama Top-up Go-pay

Cukup mudah. Tinggal mengisi kolom yang kosong. Sayangnya top-up Go-pay minimal IDR 100,000. Kurang fleksibel bagi saya. Lebih baik pilihan nominal untuk top-up dapat bervariasi layaknya top-up pulsa telepon genggam.

Learning Capital - IPOTPAY Go-pay kedua

Laman kedua top-up Go-pay

Terdapat review pembelian sebelum diproses oleh sistem.

Learning Capital - IPOTPAY Go-pay (3)

Laman ketiga top-up Go-pay

Keamanan berlapis dengan menggunakan sistem OTP, yang mana menurut saya sudah cukup baik.

Kalendar

Sebagai alat bantu pembayaran, IPOTPAY dilengkapi dengan fitur Kalendar. Di mana kita dapat mengotomatisasi setiap transaksi kita dari setiap fitur yang ada dalam IPOTPAY dengan menentukan tanggal awal dan akhir transaksi

IPOTPAY - Kalendar

Laman Fitur Kalendar

Pengguna perlu memasukkan PIN setiap kali mengakses laman fitur ini. Ketika pengguna menyentuh kotak tanggal, maka box yang berisi pilihan transaksi akan muncul.

Kemudian di bawahnya ada legenda yang menjelaskan simbol dan warna yang muncul untuk mempermudah navigasi informasi.

Rekomendasi untuk IPOTPAY

Indo Premier sudah melakukan hal yang cukup baik dalam menjembatani kebutuhan nasabah dan kekurangan Fintech yang ada saat ini. Namun masih ada beberapa hal yang dapat diperbaiki.

Customer Care

Seperti, perlu diadakannya saluran customer care yang lebih cepat tanggap, alih-alih memaksa pengguna untuk menelpon atau mengirim email.

Memiliki Akun Telegram sudah bagus. Sayangnya tidak difungsikan sebagai komunikasi 2 arah. Lebih baik diadakan kanal layanan pelanggan berbasis aplikasi chatting dan fungsikan webchat di website IPOTPAY.

User Experience

Meningkatkan User Experience di tingkat mikro. Seperti jarak antara button atau tulisan yang diperlebar, karena perlu diingat IPOTPAY akan lebih banyak digunakan di handphone. Sehingga ukuran ibu jari perlu dipertimbangkan dalam disain.

Contoh lain lagi adalah rendahnya visibility dalam bernavigasi. Aplikasi ini memiliki 2 menu. 1 burger menu di sebelah kiri dan 1 lagi member area di sebelah kanan.

Alasan mengapa burger menu memiliki akses fitur yang sama dengan laman muka membuat saya bingung. Kalau memang burger menu mau dibuat untuk menjadi akses untuk segala fitur, sebaiknya laman muka dibuat overview dari performa keuangan pengguna. Ini dapat berupa informasi saldo dan kenaikan dari hasil optimisasi IPOTPAY.

Masih terlalu banyak tap yang harus dilakukan oleh pengguna untuk eksplorasi aplikasi ini dan itu tidak baik.

UI dan Kesimpulan

User Interface yang kaku dan terlalu formal. Sebagai perbandingan, kita dapat berkaca dari transformasi aplikasi Mandiri Online. Meskipun sama-sama bergerak di industri keuangan dan memiliki target pasar yang luas, disain yang digunakan Mandiri sudah lebih baik. Berbeda dengan Jenius yang memang menyasar target pasar millenials.

Singkat kata, IPOTPAY perlu lebih banyak berbenah apabila mengharapkan user acquisition yang tinggi dalam waktu dekat. Perbaikan dalam user experience menjadi kunci memenangkan hati pengguna, karena fitur dari aplikasi ini sudah bagus.

Sumber gambar utama: IPOTPAY

%d bloggers like this: