A password will be e-mailed to you.

Menabung bukanlah hal yang sulit. Tidak ada alasan kuat yang dapat menghentikan kamu untuk memulai menabung. Hal paling penting yang perlu kamu ketahui adalah meskipun kamu memiliki dana yang terbatas, kamu tetap dapat mengelola uang kamu dengan baik dan mencapai tujuan keuangan kamu.

Semua orang paham pentingnya menabung, namun sulit sekali dilakukan. Semua orang ingin menabung, tapi uang mereka selalu habis duluan (atau kira-kira seperti itulah testimoni beberapa teman dan klien saya). Banyak orang berpikir menabung sulit dilaksakan karena kita harus berhemat (bahkan sampai menyiksa diri dengan tidak makan) dan harus menahan godaan-godaan berbelanja (dengan tidak membeli gorengan atau Starbucks). Perilaku ini didasari oleh ajaran konvensional bahwa kita harus menyisihkan uang kita setelah berbelanja. Padahal dijamin, kamu akan kesulitan untuk mengkontrol belanja dan perencanaan kamu kalau mengikuti saran ini.

Cara yang benar (setidaknya sampai saat ini), tabunglah uang kamu dahulu, menghabiskan sisanya kemudian. Kamu tidak perlu khawatir kamu akan kehabisan uang. Maka dari itu, kamu tidak akan khawatir tidak dapat menabung atau takut kehabisan uang. Berikut 2 metode yang saya gunakan:

BUAT POS-POS PENGELUARAN PADA REKENING YANG BERBEDA

Ini cara yang efektif untuk memiliki kontrol lebih terhadap pembelanjaan kamu. Caranya, setiap kali menerima pendapatan, kamu langsung mendistribusikan uangnya sesuai dengan budget yang ditetapkan ke rekening-rekening yang sudah disiapkan. Carilah rekening yang minim atau tidak ada biaya administrasi bulanan sama sekali.

Keuntungannya, kamu dapat menghabiskan uang kamu tanpa merasa bersalah dan kamu masih dapat menabung pada rekening tabungan kamu. Sebagai contoh, inilah pos-pos pengeluaran saya:

  1. Operasional Hidup (30% dari TOTAL PENDAPATAN)

Ini adalah pos pengeluaran dengan jumlah minimal biaya hidup yang kamu wajib habiskan. Pos ini menjawab pertanyaan,”pengeluaran apa yang harus saya habiskan, apabila saya ingin dapat berfungsi secara normal di dalam masayrakat?” 30% hanyalah sebagai contoh. Namun kamu harus hitung sendiri, berapa biaya hidup kamu yang wajib kamu keluarkan setiap bulannya. Isi dari pos ini adalah, Ongkos Transport, Makan, Tagihan Cicilan, dll.

  1. Pengeluaran Bebas Dosa (20% dari TOTAL PENDAPATAN)

Pos pengeluaran untuk kamu bersenang-senang. Di sinilah kamu tidak perlu khawatir untuk menghabiskan uang kamu atau dapat dipakai menabung untuk keperluan konsumtif.

  1. Jalan-jalan (15% dari TOTAL PENDAPATAN)

Karena saya ingin berkeliling dunia, jadi ini saya secara spesifik memisahkan rekening ini dengan rekening yang lain. Bagian yang ini dapat dirubah untuk keperluan sendiri, atau kamu masukkan ke Pengeluaran Bebas Dosa. Terserah kamu.

  1. Investasi (30% dari TOTAL PENDAPATAN)

Mutlak, tidak dapat dikurangi hanya dapat ditambah. Seyogyanya, besar dana untuk investasi, minimal sama dengan atau lebih dari biaya operasional kehidupan kamu.

  1. Keperluan Mendadak (5% dari TOTAL PENDAPATAN)

Hanya bersifat tabungan dan tidak boleh dicairkan apabila kamu tidak betul-betul butuh. Ini adalah sebagai cadangan tunai kamu saja.

Pembuatan budget-budget ini hanyalah contoh ilustrasi untuk membantu kamu membuat budget yang cocok dengan gaya kamu.

OTOMATISASI PENDISTRIBUSIAN UANG DAN PEMBAYARAN TAGIHAN

Buat setiap tagihan-tagihan kamudibayarkan pada awal bulan, atau tepat setelah kamu menerima pendapatan rutin kamu. Lakukan auto-debet pada tagihan-tagihan dan scheduled transfer untuk mendistribusikan uang kamu secara otomatis kepada akun rekening kamu.

Lebih baik kalau kamu membuat rekeningnya pada satu bank, sehingga kamu tidak dikenakan biaya pemindahan. Tapi kalau kamu ingin memiliki beberapa akun di berbagai bank, untuk kemudahan dalam bertransaksi juga tidak masalah. Asalkan jangan terlalu kebanyakan. Saya rasa, 3 rekening di bank berbeda sepertinya sudah optimum.

Segeralah perbaiki kebiasaan dalam menabung dan kamu tidak akan khawatir lagi tentang uang kamu. Bagian ternyaman dengan metode ini adalah kamu hanya perlu memonitor keuangan kamu sekali setiap bulan dan tidak perlu mencatat apapun karena kamu tidak perlu khawatir bahwa uang kamu akan tercampur dengan keperluan yang lain.

Demikian.

Sumber Gambar Utama: Pixabay

%d blogger menyukai ini: