A password will be e-mailed to you.

Memasuki bulan Desember 2016, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kita semakin menurun. Akankah berlangsung sampai penghujung tahun nanti?

Tidak seperti biasanya. Memasuki bulan Desember, IHSG kita terus mengalami penurunan. Karena dari 7 tahun sebelumnya, pasar modal Indonesia selalu mengalami fenomena windows dressing di akhir tahun.

Secara singkat, windows dressing adalah fenomena di mana harga-harga saham mengalami peningkatan di akhir tahun. Untuk memahami mengapa hal itu dapat terjadi, kamu dapat membacanya di sini.

IHSG memulai pelemahannya dari terpilihnya Donald Trump sebagai presiden yang menyebabkan investor asing melepas dananya di Indonesia secara bertubi-tubi. Kamu dapat mengingat kembali mengapa Donald Trump memberikan pengaruh ke IHSG dalam artikel ini.

Namun pada seminggu setelahnya, IHSG berangsur-angsur pulih karena investor domestik menggunakan kesempatan ini untuk membeli saham-saham yang memiliki laporan keuangan bagus, atau dengan kata lain saham yang masuk dalam golongan blue chip.

Sayangnya, hal ini hanya berlaku untuk sementara saja. IHSG kembali meluncur.

Menembus Angka 5,000

Apabila kita lihat pada tanggal 21 Desember 2016, IHSG ditutup di 5,111. Menurun sebanyak 0.99% jika dibandingkan dari hari sebelumnya.

Selanjutnya, kita lihat dari 22 Desember 2016, IHSG ditutup di angka 5,043. Menurun sebanyak 1.3% dari hari sebelumnya.

Kemudian, kalau kita perhatikan di 23 Desember 2016, IHSG ditutup di angka 5,028. Menurun sebanyak 0.3% dari hari sebelumnya.

Dari angka-angka ini, dapat kita simpulkan bahwa jarak penurunan dari tanggal 21 – 22 Desember 2016 lebih besar dibandingkan 22 – 23 Desember 2016.

Artinya?

Pasar modal sedang menguji ketahanan garis support kuat di angka 5,000.

Garis support? Maksudnya?

Ketika pertama kali mempelajari ini, saya ingat dalam sebuah seminar yang diadakan oleh Ibu Ellen May, panutan saya dalam trading.

Beliau mengatakan bahwa investor ketika membeli dan menjual, cenderung memilih angka yang genap. Baik jumlah lot maupun harga yang dipilih.

Karena itu angka genap dalam indeks adalah garis-garis support psikologis yang dapat diuji ketahanannya. Ketika pasar modal sedang naik dan turun, garis-garis inilah sebagai penghalang mereka untuk terus melaju.

Kita dapat membahas tentang garis support dan resistance pada artikel berikutnya.

Apabila indeks menembus angka 5,000 sebelum tahun ini berganti, maka besar kemungkinan penurunan ini akan berlanjut sampai bulan depan.

Menestapanya IHSG

Apabila diteliti lebih dalam, berikut adalah beberapa faktor yang menyebabkan pasar modal lunglai:

1. Bank Sentral AS (The Federal Reserve) Menaikkan Suku Bunga

Dalam sepekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dihantui kenaikan suku bunga The Fed yang naik 25 basis poin (sumber: Kontan).

Revisi ke atas dari angka pertumbuhan ekonomi AS di kuartal III yang mencapai 3.5% memberikan dukungan kepada The Fed untuk melanjutkan pengetatan moneter (sumber: Bisnis.com).

Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo juga mengatakan, dalam sepekan investor asing banyak yang lari dari pasar Indonesia. Namun biasanya penopang juga berasal dari investor domestik. ”Tapi dari domestik sendiri, juga terlihat demand-nya berkurang,” kata Satrio.

2. Indeks USD (DXY) Mencapai Level 103 Menjelang Akhir Tahun

Selain itu, ekspektasi program Donald Trump yang akan mendorong ekonomi Amerika akan menjadi sentimen dalam negeri. “Ini membuat dollar AS menguat dan menekan rupiah,” kata Kepala Riset Koneksi Kapital Alfred Nainggolan.

Sejak 8 Desember, Rupiah telah melemah 1,3 persen menjadi Rp 13.473 per dolar AS. Hal tersebut membuat IHSG terus bergerak tertekan oleh keadaan currency (sumber: Bareksa)

Indeks USD yang diperdagangkan di level 103 menggambarkan bahwa harga USD diperdagangkan di level premium atau lebih mahal 3 persen dari harga wajarnya di level 100. Seperti diketahui, level 100 dijadikan sebagai level base atau dasar dari suatu indeks.

Hal tersebut seharusnya akan diintervensi oleh bank sentral AS mengingat negara Amerika masih mengandalkan perdagangan berbasis ekspor.

Penguatan mata uang USD ini juga berdampak pada ekonomi AS karena akan membuat barang-barang ekspor negara adidaya itu kurang kompetitif untuk bersaing di pasar global mengingat barang-barang tersebut diperdagangkan lebih mahal di pasar.

3. Yield 10 year Obligasi Pemerintah Indonesia

Untuk mengukur risiko perekonomian di Indonesia, mayoritas para pelaku pasar mengacu pada benchmark 10 year Government Bond, mengingat obligasi tersebut paling likuid dan banyak ditransaksikan di pasar.

Apabila yield meningkat, maka hal tersebut menggambarkan risiko perekonomian di suatu negara meningkat. Hal ini diikuti oleh tingginya ekspektasi return yang diharapkan oleh investor yang membuat yield berpotensi menguat sehingga secara umum berdampak pada penurunan harga obligasi itu sendiri dan begitupun sebaliknya.

Secara jangka panjang, terlihat yield 10 year Government Bond cenderung menurun sehingga rata-rata harga obligasi khususnya yang dijadikan benchmark cenderung diperdagangkan di atas par sepanjang tahun 2016.

Namun, sejak 9 Desember yield obligasi cenderung berbalik arah dari 7,68 persen menjadi 7,84 persen per 22 Desember.

Sehingga, dalam dua pekan terakhir, yield telah menguat sebesar 16bps. Hal tersebut terbilang wajar di tengah pelemahan yang terjadi pada rupiah mengingat korelasi antara rupiah dan laju yield obligasi cenderung positif.

Membatasi Kerugian Kita

Sebaiknya saat ini investor wait and see. IHSG sedang menguji ketahanan garis support kuatnya. Ada kemungkinan dia akan rebound, namun lebih besar kemungkinan dia akan terus melemah.

Apabila penurunan berlanjut, setidaknya pergerakan ini akan terhenti sampai Donald Trump resmi berkantor di gedung putih.

Juga, segera batasi kerugian kamu semua dengan cut loss, yaitu menjual saham-saham kamu apabila kamu memiliki trading plan dengan jangka waktu yang pendek.

Namun apabila kamu memiliki trading plan jangka panjang, sebaiknya kamu segera mengkoleksi kembali saham-saham blue chip.

Demikian.

Sumber Gambar Utama: Pexels

%d blogger menyukai ini: