A password will be e-mailed to you.

Kekurangan dan kelebihan berinvestasi di P2P perlu dicermati sebelum kita mengambil keputusan untuk memulai berinvestasi di produk ini. Berikut ada 3 kelebihan dan 3 kekurangan yang perlu dibaca.

Kelebihan Pertama: Keuntungan yang lebih tinggi

Tidak diragukan lagi bahwa keuntngan yang ditawarkan oleh P2P lending cukup tinggi. Sekitar 12% sampai dengan 30% setahun (untuk keuntungan setinggi ini, saya mendapatkannya dari iGrow). Kelebihan berinvestasi di P2P ini yang cukup menjadi bahan pertimbangan investor untuk menambah pilihan investasinya.

Kelebihan Kedua: Kita dapat memilih penerima dana investasi kita

Transparansi dijunjung tinggi oleh platform P2P lending ini. Layaknya marketplace kita dapat melihat warga penerima dana investasi kita, sama seperti kita memilih produk reksa dana. Kita dapat melihat profil penerima dana investasi kita, mau dikelola seperti apa dana investasinya, bagaimana cara pembayarannya, dan berapa lama dana investasi ini akan dikelola. Kelebihan berinvestasi di P2P ini memberikan fleksibilitas terhadap investor.

Kelebihan Ketiga: Membantu permodalan sesama

Keuntungan berinvestasi di P2P ini lebih menyentuh dari sisi sosial P2P Lending karena beberapa orang yang mungkin unbankable (sebutan untuk individual yang tidak dapat mendapatkan pinjaman dari bank karena suatu dan lain hal), berkesempatan untuk mendapatkan pinjaman agar dapat dikelola atau untuk keperluan mendesak lainnya. Digunakan dengan tepat, P2P Lending dapat menggerakkan roda perekonomian skala mikro di Indonesia.

Kekurangan Pertama: Kita tidak tahu persis bagaimana investasi kita dikelola

Kekurangan berinvestasi di P2P ini sepertinya masalah yang umum yah. Namun yang membedakan adalah kalau Manajer Investasi (si pengelola langsung dana investasi kita) memang diawasi dan terdaftar di OJK. Tetapi platform P2P lending ini yang bertindak sebagai perantara tidak dapat memastikan secara pasti bagaimana penerima dana investasi kita dikelola oleh penerima dana investasi kita, kecuali dengan pemberian nilai kredit.

Kekurangan Kedua: Startup Fintech lebih rentan bangkrut

Kekurangan berinvestasi di P2P yang ini mungkin sedikit berlebihan, tapi memang startup fintech tidak seperti di bank, dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Namun apabila dibandingkan dengan Manajer Investasi, perusahaan rintisan lebih rentan bangkrut karena model bisnis yang belum terbukti berkelanjutan di waktu yang sangat lama.

Kekurangan Ketiga: Tidak dapat menarik investasi sewaktu-waktu kita membutuhkan

Ini cukup menjadi masalah apabila kita tidak memperhitungkan dengan cermat arus kas pribadi. Karena begitu kita menggelontorkan dana kita untuk diinvestasi ke P2P, maka dana kita tidak dapat ditarik lagi layaknya reksa dana atau saham. Kekurangan berinvestasi di P2P ini yang mungkin perlu paling dicermati oleh investor.

Demikian. Semoga membantu. Apabila ingin mengetahui cara berinvestasi di Peer to Peer Lending, silakan ke laman ini

Sumber Gambar Utama:

%d blogger menyukai ini: