A password will be e-mailed to you.

Pahami apakah Kamu cocok ikutan membeli Bitcoin atau tidak sama sekali.

Untuk yang belum paham, Bitcoin adalah mata uang digital (cryptocurrency) yang membuatnya sulit dipalsukan, karena menggunakan teknologi kriptografi. Maksudnya teknologi kriptografi adalah, teknologi yang memastikan data dan pesan yang dikirim oleh sang pengirim hanya dapat dibuka oleh sang penerima.

Jadi secara singkat, Bitcoin adalah mata uang yang terenkripsi dan sulit dipalsukan?

Betul.

Diluncurkan pada tahun 2009 oleh grup atau individual yang memiliki alias Satoshi Nakamoto yang sampai saat ini identitas aslinya belum diketahui oleh publik, nilai Bitcoin mulai meloncat dari USD 985 pada awal tahun 2017 sampai USD 17,549 di akhir tahun 2017.

1,781% dalam setahun??!! Apa-apaan?? Saya mau ikutan sekarang juga!

Anu…itulah pikiran orang-orang jaman now. Mereka berpikir dengan ikutan tren ini, mereka akan mendapatkan kekayaan instan. Mungkin itu ada benarnya juga. Memang sih kalau Kamu membeli Bitcoin di akhir tahun 2016 dengan nominal IDR 1 juta, maka saat ini Kamu memiliki IDR 17 juta.

Sebagai perspektif, saham saja “hanya” memberikan imbal hasil kurang lebih 20 – 40% dalam kurun waktu satu tahun.

Namun, lihatlah grafik di bawah ini:

Membeli Bitcoin - Investasi - Learning Capital

Grafik Bitcoin 27 November – 25 Desember 2017

Hanya dalam kurun waktu kurang lebih satu bulan, harga Bitcoin naik ke USD 17,069 (1), merosot ke USD 13,450 (2), naik lagi menjadi USD 19,661, dan turun tajam sampai USD 12,616.

Volatilitas seperti ini akan memberikan potensi sakit jantung dan keringat dingin ini untuk para pemula. Untuk mengetahui apakah instrumen ini tepat untuk kita, kita perlu bertanya ngapain sih kita membeli Bitcoin?

Mengejar Status

Oh, biar kekinian aja. Ada yang bisa diobrolin sama anak-anak kalau lagi ngumpul. Sekalian mau coba-coba peruntungan lah.

Tolong….jangan seperti itu ya pemikirannya. Mengapa? Karena Kamu tidak ada perencanaan sama sekali untuk merealisasikan keuntungan Kamu. Kamu mungkin akan coba-coba membeli Bitcoin seharga IDR 100ribu, mengikuti beritanya dalam kurun waktu seminggu, setelah itu lupa.

Tipe seperti ini hanya akan menghabiskan waktu dan berpotensi menghabiskan uang Kamu (meskipun berpotensi melipatgandakan juga sih, tapi kesempatan Kamu untuk meraih lebih banyak akan hilang ditukar dengan waktu yang Kamu sia-siakan).

Mengejar Kenikmatan

Pengen cepet kaya. Saya pernah lihat berita ada remaja yang iseng membeli Bitcoin di tahun 2015, sekarang sudah menjadi jutawan.

Yha, kemungkinan dia adalah orang beruntung dan perbandingan Kamu dapat menduplikat kesuksesan dia itu minim sekali (meskipun, sekali lagi, saya pun juga dapat salah). Tapi setidaknya ini lebih baik daripada alasan sebelumnya, Kamu punya tujuan untuk mendapatkan keuntungan.

Tapi sayangnya, itu pun tidak cukup. Mengapa? Karena tanpa pengetahuan yang mumpuni dalam bertransaksi Kamu belum tentu dapat menghasilkan perencanaan yang jelas.

Kamu ingin cepat kaya? Kamu akan membeli Bitcoin di angka berapa?

Sekarang juga bisa!

Terus akan jual di angka berapa?

Eh…ya kalau dia sudah jadi lebih tinggi dari sekarang. Ya, 1,700% deh kayak tadi dijelaskan.

Itu di angka berapa? Terus kalau tidak sampai di angka itu, apa yang harus Kamu lakukan? Kamu mau simpan Bitcoin Kamu sampai berapa lama?

Eh, anu….

Itulah…alih-alih mendapatkan keuntungan, Kamu malah tidak melakukan apapun karena ketika harganya sudah tinggi, Kamu akan terus menunggu untuk menjual Bitcoin Kamu dengan harga yang lebih tinggi. Sebaliknya, kalau harganya lebih rendah, maka Kamu akan simpan terus sampai harganya kembali lagi menjadi tinggi.

Mengejar Mimpi

Saya ingin berinvestasi untuk jangka panjang, karena saya percaya Bitcoin adalah bentuk emas pada masa depan.

Ini lebih masuk akal. Bentuk pemikiran ini memiliki tujuan keuangan lebih jelas. Mengapa? Karena Kamu punya suatu end goal, yaitu untuk keperluan jangka panjang. Kamu pun menganggap ini sebagai bentuk investasi, jadi secara otomatis (mungkin tidak juga sih, namun untuk sebagian besar investor) Kamu wajib memiliki perencanaan.

Perencanaan itu meliputi seberapa banyak uang yang akan Kamu tanam, seberapa lama uang Kamu ditanam, dan sampai di angka berapa Kamu akan menjual Bitcoin-nya.

Mengejar Kesempatan

Saya ingin trading, mumpung Bitcoin sedang nge-tren dan diperdagangkan dengan banyak dan cepat.

Ini pun juga betul. Kamu ingin meraup keuntungan sebanyak-banyaknya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Bedanya dengan yang sebelum-belumnya adalah Kamu memiliki perencanaan yang terukur. Kamu tahu target Kamu penjualan Kamu di angka berapa.

Ini memang kesempatan untuk segelintir orang, karena Bitcoin adalah sesuatu yang amat sangat baru, baik di dunia ekonomi, maupun di dunia digital. Kita tidak tahu sampai kapan harga Bitcoin tinggi.

Seperti emas, nilai intrinsik Bitcoin pun sebetulnya tidak terlalu tinggi. Wong, ini seperti alat tukar saja kok. Dia berharga karena orang-orang menilai dia berharga. Masih mending emas yang tetap digunakan untuk keperluan perakitan barang elektronik.

Akhir Kata

Janganlah kita berinvestasi tanpa tujuan yang jelas. Kenali sifat dari investasi tersebut, apalagi Bitcoin adalah investasi yang murni terbentuk dari supply and demand, sehingga naik dan turun harganya sangat drastis dan setiap menit.

Miliki mental yang kuat untuk menghadapi grafiknya, perencanaan yang terukur, dan yang paling penting adalah action plan yang konsisten. Jangan biarkan emosi Kamu menguasai tindakan Kamu. Percuma dong perencanaannya sudah susah-susah dibuat.

Kalau Kamu ingin membeli Bitcoin, Kamu dapat mengunjungi Bitcoin.id (yang mana menarik juga untuk diulas untuk artikel selanjutnya) sebagai penyedia jasa layanan jual beli Bitcoin yang dibuat oleh anak bangsa.

%d blogger menyukai ini: