A password will be e-mailed to you.

Menjanjikan imbal hasil tinggi dan sangat minim risiko, tanpa perlu melakukan apa-apa adalah ciri khas dari Ponzi Scheme

Beberapa Ponzi Scheme (atau Skema Ponzi) yang terkenal di Indonesia adalah GTIS (Golden Trader Indonesia Syariah), Koperasi Langit Biru, Trimas Mulia, ECMC, MMM, dan lain-lain. Semuanya memiliki skema yang sama. Investor menyimpan dana di mereka, dan mereka akan menjanjikan imbal hasil fantastis berkisar 15 – 30% per bulan. Sekarang, nama-nama badan usaha ini sudah runtuh dan tidak pernah terdengar kabarnya kembali.

Mengenal Lebih Jauh Tentang Ponzi Scheme

Ponzi Scheme adalah sebuah penipuan berkedok investasi. Di mana sang inisiator, menjanjikan imbal hasil yang sangat fantastis dan minim risiko kepada investornya. Inisiator menyatakan bahwa tidak akan ada satupun instrumen keuangan di pasar yang dapat menyamakan imbal hasil yang dia tawarkan. Ketika ditanya bagaimana caranya inisiator tersebut menghasilkan uang, mereka akan menyatakan bahwa itu adalah rahasia perusahaan atau menjelaskannya dengan skema yang sangat rumit.

Cara bekerjanya adalah, inisiator akan merekrut investor baru. Kemudian menjanjikan imbal hasil fantastis apabila investor memberikan sejumlah dana dalam periode yang sudah ditentukan sebagai syarat. Semakin lama disimpan, maka semain baik untuk inisiatornya. Inisiator tidak melakukan aktivitas bisnis apapun dengan dana yang sudah diterima dan hanya menyimpannya saja. Kemudian, inisiator akan mencari investor baru lagi dan menggunakan dana yang segar untuk memberikannya kepada investor lama sebagai imbal hasil yang sudah dijanjikan. Ketika inisiator sudah mengumpulkan cukup dana, inisiator akan melarikan diri dan menghapus jejaknya. Meninggalkan investor-investor baru dengan kerugian yang amat besar. Anda dapat mempelajari lebih jelas bagaimana prakteknya berupa video di Khan Academy.

Asal-muasal

Ponzi Scheme dipopulerkan oleh Charles Ponzi, seorang imigran Italia yang bekerja sebagai klerik di Boston. Pada tahun 1919, ketika seseorang ingin mengirimkan pos ke luar negeri, dia akan menyelipkan IRC (International Reply Coupon) sebagai voucher untuk ditukarkan sebagai perangko untuk mengirimkan balasan pos yang dikirimkan, atau dijual.

Ponzi melihat bahwa harga IRC lebih murah di Italia, dibandingkan di Amerika Serikat. Sehingga, Ponzi melihat adanya peluang. Dia berencana untuk membeli banyak IRC di Italia dan menjualnya di Amerika Serikat. Bisnis ini 100% legal, karena mengadopsi hukum penawaran dan permintaan dasar. Ponzi pun menceritakan gagasan hebat ini ke rekan-rekannya, dan mereka setuju untuk menjadi investor bisnis pertukaran IRC Ponzi. Ponzi lalu menawarkan imbal hasil sebesar 50% – 100% dalam tempo 45 – 90 hari. Bisnisnya berjalan dengan lancar pada awalnya. Imbal hasil yang dijanjikan dapat dibayar dengan tepat waktu dan investor-investor yang puas, menceritakan kehebatan ini kepada rekan-rekannya.

Sayangnya, karena birokrasi yang panjang, biaya transportasi, menyebabkan gagasan ini tidak semulus teori. Imbal hasil yang Ponzi dapat tidak sebesar ekspektasi. Namun, Ponzi memilih untuk mendiamkan ini dan memutuskan untuk mencari investor baru agar dapat menutupi hutang imbal hasil investor lama.

Hanya berselang 1 tahun, karena kehebohan bisnis ini, para analisis keuangan pun mulai mencium adanya praktik bisnis yang tidak beres. Mereka menemukan bahwa praktik bisnis penukaran IRC memang betul akan mendatangkan banyak uang, namun secara praktik tidak akan dapat memenuhi janji imbal hasil sesuai yang ditawarkan oleh Ponzi.

Akhirnya, banyak investor mulai ragu akan kredibilitas bisnis Ponzi. Mereka mulai menarik semua dana yang mereka simpan dan skema ini pun tumbang. Ponzi berakhir di penjara.

Mengapa Ponzi Scheme Semakin Menjamur?

Sebetulnya Charles Ponzi bukanlah orang pertama yang melakukan praktik ini. Namun, dia yang paling berhasil mempraktikkan penipuan ini dan mendapatkan sorotan. Ponzi berhasil menggelapkan dana sebesar US$ 7 juta pada tahun 1920 atau setara dengan kurang lebih IDR 1 triliun pada tahun 2015 (menggunakan kalkulator inflasi, dapat dilihat di sini).

Praktek Ponzi Scheme terbaru dan salah satu yang terbesar dalam sejarah adalah yang dilakukan oleh Bernie Madoff. Namun, skala praktek ini sangat besar, melibatkan perbankan dan institusi keuangan terkenal sebagai HSBC Penipuan ini terbongkar ketika pada terjadi krisis keuangan global pada tahun 2008 dan menyebabkan semua investor menarik dananya.

Alasan mengapa Ponzi Scheme, meskipun sudah dipastikan akan gagal, terus menjamur, karena Ponzi Scheme mengeksploitasi sifat dasar manusia, yaitu ketamakan. Masih banyak masyarakat yang mudah tergiur dengan imbal hasil yang fantastis dan yang awam terhadap dasar-dasar keuangan (maksudnya, bagaimana uang bekerja). Apalagi, Ponzi Scheme juga mengikuti perkembangan zaman dengan melibatkan istilah-istilah teknologi saat ini.

Cukup ingat 1 hal ini ketika anda ditawari sebuah bentuk investasi :

If it’s too good to be true, then IT IS too good to be true

Semoga mencerahkan! Bagikan artikel ini apabila membantu anda. Semoga tidak ada lagi orang yang terjebak dengan Ponzi Scheme.

%d blogger menyukai ini: